Pages

Showing posts with label Muhasabah. Show all posts
Showing posts with label Muhasabah. Show all posts

Sunday, April 28, 2013

Meraih Kemuliaan Dengan memaafkan


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :

Meraih Kemuliaan Dengan MemaafkanSudah menjadi konsekuensi dalam kehidupan bermasyarakat adalah timbulnya berbedaan dan kesalahan. entah kita yang berbuat salah kepada orang lain atau orang lain yang berbuat salah kepada kita.

Sudah semestinya orang yang berbuat salah untuk segera meminta maaf kepada orang yang menjadi korbannya. akan tetapi tidak harus si korban memaafkan setiap kesalahan itu. karena memaafkan adalah hak setiap individu.

Akan tetapi Islam selalu menganjurkan setiap ummatnya untuk bersifat pemaaf. karena memaafkan adalah sikap terpuji. memaafkan adalah tindakan baik dan termasuk amal sholeh. bahkan Allah memberi nilai plus untuk bagi hambaNya yang memaafkan kesalahan orang lain. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا

Artinya : "Dan tidaklah Allah menambahkan bagi seorang hamba yang memaafkan kecuali kemuliaan." (HR Muslim)

Kemuliaan yang dimaksud adalah kemuliaan diakherat dan pahala yang besar. akan tetapi Allah juga memberi bonus yaitu kemuliaan didunia. jadi, bagi pemaaf akan mendapatkan 2 kemuliaan yaitu kemuliaan didunia dan akherat.

Melalui artikel ini, saya mengajak para pembaca untuk menjadi orang yang pemaaf bagi siapa saja yang memiliki salah kepada kita, sebisa mungkin untuk memaafkan sebelum pelaku meminta maaf. jika kesalahan tersebut terlalu besar, setidaknya kita berusaha untuk memaafkan walau belum mampu.
Judul artikel : Meraih Kemuliaan Dengan Memaafkan
Penulis : Hery Prasetyo
Waktu : Kamis, 30 Agustus 2012


Read more: http://www.artikelislami.com/2012/08/meraih-kemuliaan-dengan-memaafkan.html#ixzz2Row9uxMf

Wednesday, April 3, 2013

Kisah Seorang Yahudi yang Mengislamkan Jutaan Orang





Disuatu tempat di Prancis sekitar lima puluh tahun yang lalu, ada seorang berkebangsaan Turki berumur 50 tahun bernama Ibrahim. Ia adalah orangtua yang menjual makanan di sebuah toko makanan. Toko tersebut terletak di sebuah apartemen di mana salah satu penghuninya adalah keluarga Yahudi yang memiliki seorang anak bernama “Jad” berumur 7 tahun.

Jad, si anak Yahudi Hampir setiap hari mendatangi toko tempat di mana Ibrahim bekerja untuk membeli kebutuhan rumah. Setiap kali hendak keluar dari toko –dan Ibrahim dianggapnya lengah– Jad selalu mengambil sepotong cokelat milik Ibrahim tanpa seizinnya.

Pada suatu hari usai belanja, Jad lupa tidak mengambil cokelat ketika mau keluar, kemudian tiba-tiba Ibrahim memanggilnya dan memberitahu kalau ia lupa mengambil sepotong cokelat sebagaimana kebiasaannya. Jad kaget, karena ia mengira bahwa Ibrahim tidak mengetahui apa yang ia lakukan selama ini. Ia pun segera meminta maaf dan takut jika saja Ibrahim melaporkan perbuatannya tersebut kepada orangtuanya.

“Tidak apa, yang penting kamu berjanji untuk tidak mengambil sesuatu tanpa izin, dan setiap saat kamu mau keluar dari sini, ambillah sepotong cokelat, itu adalah milikmu”, ujar Jad sebagai tanda persetujun.

Waktu berlalu, tahun pun berganti dan Ibrahim yang seorang Muslim kini menjadi layaknya seorang ayah dan teman akrab bagi Jad si anak Yahudi

Sudah menjadi kebiasaan Jad saat menghadapi masalah, ia selalu datang dan berkonsultasi kepada Ibrahim. Dan setiap kali Jad selesai bercerita, Ibrahim selalu mengambil sebuah buku dari laci, memberikannya kepada Jad dan kemudian menyuruhnya untuk membukanya secara acak. Setelah Jad membukanya, kemudian Ibrahim membaca dua lembar darinya, menutupnya dan mulai memberikan nasehat dan solusi dari permasalahan Jad.

Beberapa tahun pun berlalu dan begitulah hari-hari yang dilalui Jad bersama Ibrahim, seorang Muslim Turki yang tua dan tidak berpendidikan tinggi.

14 Tahun Berlalu

Jad kini telah menjadi seorang pemuda gagah dan berumur 24 tahun, sedangkan Ibrahim saat itu berumur 67 tahun.

Alkisah, Ibrahim akhirnya meninggal, namun sebelum wafat ia telah menyimpan sebuah kotak yang dititipkan kepada anak-anaknya di mana di dalam kotak tersebut ia letakkan sebuah buku yang selalu ia baca setiap kali Jad berkonsultasi kepadanya. Ibrahim berwasiat agar anak-anaknya nanti memberikan buku tersebut sebagai hadiah untuk Jad, seorang pemuda Yahudi.

Jad baru mengetahui wafatnya Ibrahim ketika putranya menyampaikan wasiat untuk memberikan sebuah kotak. Jad pun merasa tergoncang dan sangat bersedih dengan berita tersebut, karena Ibrahim-lah yang selama ini memberikan solusi dari semua permasalahannya,  dan Ibrahim lah satu-satunya teman sejati baginya.

Hari-haripun berlalu, Setiap kali dirundung masalah, Jad selalu teringat Ibrahim. Kini ia hanya meninggalkan sebuah kotak. Kotak yang selalu ia buka, di dalamnya tersimpan sebuah buku yang dulu selalu dibaca Ibrahim setiap kali ia mendatanginya.

Jad lalu mencoba membuka lembaran-lembaran buku itu, akan tetapi kitab itu berisikan tulisan berbahasa Arab sedangkan ia tidak bisa membacanya. Kemudian ia pergi ke salah seorang temannya yang berkebangsaan Tunisia dan memintanya untuk membacakan dua lembar dari kitab tersebut. Persis sebagaimana kebiasaan Ibrahim dahulu yang selalu memintanya membuka lembaran kitab itu dengan acak saat ia datang berkonsultasi.

Teman Tunisia tersebut kemudian membacakan dan menerangkan makna dari dua lembar yang telah ia tunjukkan. Dan ternyata, apa yang dibaca oleh temannya itu, mengena persis ke dalam permasalahan yang dialami Jad kala itu. Lalu Jad bercerita mengenai permasalahan yang tengah menimpanya, Kemudian teman Tunisianya itu memberikan solusi kepadanya sesuai apa yang ia baca dari kitab tersebut.

Jad pun terhenyak kaget, kemudian dengan penuh rasa penasaran ini bertanya, “Buku apa ini?”

Ia menjawab, “Ini adalah Al-Qur’an, kitab sucinya orang Islam!”

Jad sedikit tak percaya, sekaligus merasa takjub,

Jad lalu kembali bertanya, “Bagaimana caranya menjadi seorang muslim?”

Temannya menjawab, “Mengucapkan syahadat dan mengikuti syariat!”

Setelah itu, dan tanpa ada rasa ragu, Jad lalu mengucapkan Syahadat, ia pun kini memeluk agama Islam!

Islamkan 6 juta orang

Kini Jad sudah menjadi seorang Muslim, kemudian ia mengganti namanya menjadi Jadullah Al-Qur’ani sebagai rasa takdzim atas kitab Al-Qur’an yang begitu istimewa dan mampu menjawab seluruh problema hidupnya selama ini. Dan sejak saat itulah ia memutuskan akan menghabiskan sisa hidupnya untuk mengabdi menyebarkan ajaran Al-Qur’an.

Mulailah Jadullah mempelajari Al-Qur’an serta memahami isinya, dilanjutkan dengan berdakwah di Eropa hingga berhasil mengislamkan enam ribu Yahudi dan Nasrani.

Suatu hari, Jadullah membuka lembaran-lembaran Al-Qur’an hadiah dari Ibrahim itu. Tiba-tiba ia mendapati sebuah lembaran bergambarkan peta dunia. Pada saat matanya tertuju pada gambar benua Afrika, nampak di atasnya tertera tanda tangan Ibrahim dan dibawah tanda tangan itu tertuliskan ayat. Iapun yakin bahwa ini adalah wasiat dari Ibrahim dan ia memutuskan untuk melaksanakannya.

Beberapa waktu kemudian Jadullah meninggalkan Eropa dan pergi berdakwah ke negara-negara Afrika yang di antaranya adalah Kenya, Sudan bagian selatan (yang mayoritas penduduknya adalah Nasrani), Uganda serta negara-negara sekitarnya. Jadullah berhasil mengislamkan lebih dari 6.000.000 (enam juta) orang dari suku Zulu, ini baru satu suku, belum dengan suku-suku lainnya.

Akhir Hayat Jadullah

Jadullah Al-Qur’ani, seorang Muslim sejati, da’i hakiki, menghabiskan umur 30 tahun sejak keislamannya untuk berdakwah di negara-negara Afrika yang gersang dan berhasil mengislamkan jutaan orang.

Jadullah wafat pada tahun 2003 yang sebelumnya sempat sakit. Kala itu beliau berumur 45 tahun, beliau wafat dalam masa-masa berdakwah.

Kisah pun belum selesai

Ibu Jadullah Al-Qur’ani adalah seorang wanita Yahudi yang fanatik, ia adalah wanita berpendidikan dan dosen di salah satu perguruan tinggi. Ibunya baru memeluk Islam pada tahun 2005, dua tahun sepeninggal Jadullah yaitu saat berumur 70 tahun.

Sang ibu bercerita bahwa –saat putranya masih hidup– ia menghabiskan waktu selama 30 tahun berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan putranya agar kembali menjadi Yahudi dengan berbagai macam cara, dengan segenap pengalaman, kemapanan ilmu dan kemampuannya, akan tetapi ia tidak dapat mempengaruhi putranya untuk kembali menjadi Yahudi. Sedangkan Ibrahim, seorang Muslim tua yang tidak berpendidikan tinggi, mampu melunakkan hatinya untuk memeluk Islam, hal ini tidak lain karena Islamlah satu-satunya agama yang benar.

Yang menjadi pertanyaannya, “Mengapa Jad si anak Yahudi memeluk Islam?”

Jadullah Al-Qur’ani bercerita bahwa Ibrahim yang ia kenal selama 17 tahun tidak pernah memanggilnya dengan kata-kata: “Hai orang kafir!” atau “Hai Yahudi!” bahkan Ibrahim tidak pernah untuk sekedar berucap: “Masuklah agama Islam!”

Bayangkan, selama 17 tahun Ibrahim tidak pernah sekalipun mengajarinya tentang agama, tentang Islam ataupun tentang Yahudi. Seorang tua Muslim sederhana itu tak pernah mengajaknya diskusi masalah agama. Akan tetapi ia tahu bagaimana menuntun hati seorang anak kecil agar terikat dengan akhlak Al-Qur’an.

Kemudian dari kesaksian Dr. Shafwat Hijazi (salah seorang dai kondang Mesir) yang suatu saat pernah mengikuti sebuah seminar di London dalam membahas problematika Darfur serta solusi penanganan dari kristenisasi, beliau berjumpa dengan salah satu pimpinan suku Zolo. Saat ditanya apakah ia memeluk Islam melalui Jadullah Al-Qur’ani?, ia menjawab; tidak! namun ia memeluk Islam melalui orang yang diislamkan oleh Jadullah Al-Qur’ani.

Subhanallah, akan ada berapa banyak lagi orang yang akan masuk Islam melalui orang-orang yang diislamkan oleh Jadullah Al-Qur’ani. Dan Jadullah Al-Qur’ani sendiri memeluk Islam melalui tangan seorang muslim tua berkebangsaan Turki yang tidak berpendidikan tinggi, namun memiliki akhlak yang jauh dan jauh lebih luhur dan suci.

Begitulah hikayat tentang Jadullah Al-Qur’ani, kisah ini merupakan kisah nyata yang penulis dapatkan kemudian penulis terjemahkan dari catatan Almarhum Syeikh Imad Iffat yang dijuluki sebagai “Syaikh Kaum Revolusioner Mesir”. Beliau adalah seorang ulama Al-Azhar dan anggota Lembaga Fatwa Mesir yang ditembak syahid dalam sebuah insiden di Kairo pada hari Jumat, 16 Desember 2011 silam.

Kisah nyata ini layak untuk kita renungi bersama di masa-masa penuh fitnah seperti ini. Di saat banyak orang yang sudah tidak mengindahkan lagi cara dakwah Qur’ani. Mudah mengkafirkan, fasih mencaci, mengklaim sesat, menyatakan bid’ah, melaknat, memfitnah, padahal mereka adalah sesama muslim.

Dulu da’i-da’i kita telah berjuang mati-matian menyebarkan Tauhid dan mengislamkan orang-orang kafir, namun kenapa sekarang orang yang sudah Islam malah justru dikafir-kafirkan dan dituduh syirik? Bukankah kita hanya diwajibkan menghukumi sesuatu dari yang tampak saja? Sedangkan masalah batin biarkan Allah yang menghukumi nanti. Kita sama sekali tidak diperintahkan untuk membelah dada setiap manusia agar mengetahui kadar iman yang dimiliki setiap orang.

Bayangkan, Fir’aun yang jelas-jelas kafir laknatullah, namun saat dakwah dengan orang seperti ia pun harus tetap dengan kata-kata yang lemah lembut, tanpa menyebut dia Kafir Laknatullah! Lalu apakah kita yang hidup di dunia sekarang ini ada yang lebih Islam dari Nabi Musa dan Nabi Harun? Atau adakah orang yang saat ini lebih kafir dari Fir’aun, di mana Al-Qur’an pun merekam kekafirannya hingga kini?

Lantas alasan apa bagi kita untuk tidak menggunakan dahwah dengan metode Al-Qur’an? Yaitu dengan Hikmah, Nasehat yang baik, dan Diskusi menggunakan argumen yang kuat namun tetap sopan dan santun?

Maka dalam dakwah yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana cara kita agar mudah menyampaikan kebenaran Islam ini.

Oleh karenanya, jika sekarang kita dapati ada orang yang kafir, bisa jadi di akhir hayatnya Allah akan memberi hidayah kepadanya sehingga ia masuk Islam.

Bukankah Umar bin Khattab dulu juga pernah memusuhi Rasulullah? Namun Allah berkehendak lain, sehingga Umar pun mendapat hidayah dan akhirnya memeluk Islam. Lalu jika sekarang ada orang muslim, bisa jadi di akhir hayatnya Allah mencabut hidayah darinya sehingga ia mati dalam keadaan kafir.

Karena sesungguhnya dosa pertama yang dilakukan iblis adalah sombong dan angkuh serta merasa diri sendiri paling suci sehingga tak mau menerima kebenaran Allah dengan sujud hormat kepada nabi Adam. Oleh karena itu, bisa jadi Allah mencabut hidayah dari seorang muslim yang tinggi hati lalu memberikannya kepada seorang kafir yang rendah hati. Segalanya tiada yang mustahil bagi Allah.


Sumber: http://hajingfai.blogspot.com/2012/07/kisah-seorang-yahudi-yang-mengislamkan.html#ixzz2PSdDIIow

Tukang Becak Paling Dermawan




Tak perlu menggembar-gemborkan sudah berapa banyak kita menyumbang orang karena mungkin belum sepadan dengan apa yang sudah dilakukan oleh Bai Fang Li. Kebanyakan dari kita menyumbang kalau sudah kelebihan uang. Jika hidup pas-pasan keinginan menyumbang hampir tak ada.




Bai Fang Li berbeda. Ia menjalani hidup sebagai tukang becak. Hidupnya sederhana karena memang hanya tukang becak. Namun semangatnya tinggi. Pergi pagi pulang malam mengayuh becak mencari penumpang yang bersedia menggunakan jasanya. Ia tinggal di gubuk sederhana di Tianjin, China.


Ia hampir tak pernah beli makanan karena makanan ia dapatkan dengan cara memulung. Begitupun pakaiannya. Apakah hasil membecaknya tak cukup untuk membeli makanan dan pakaian? Pendapatannya cukup memadai dan sebenarnya bisa membuatnya hidup lebih layak. Namun ia lebih memilih menggunakan uang hasil jerih payahnya untuk menyumbang yayasan yatim piatu yang mengasuh 300-an anak tak mampu.


Bai Fang Li mulai tersentuh untuk menyumbang yayasan itu ketika usianya menginjak 74 tahun. Saat itu ia tak sengaja melihat seorang anak usia 6 tahunan yang sedang menawarkan jasa untuk membantu ibu-ibu mengangkat belanjaannya di pasar. Usai mengangkat barang belanjaan, ia mendapat upah dari para ibu yang tertolong jasanya.

Namun yang membuat Bai Fang Li heran, si anak memungut makanan di tempat sampah untuk makannya. Padahal ia bisa membeli makanan layak untuk mengisi perutnya. Ketika ia tanya, ternyata si anak tak mau mengganggu uang hasil jerih payahnya itu untuk membeli makan. Ia gunakan uang itu untuk makan kedua adiknya yang berusia 3 dan 4 tahun di gubuk di mana mereka tinggal. Mereka hidup bertiga sebagai pemulung dan orangtuanya entah di mana.

Bai Fang Li yang berkesempatan mengantar anak itu ke tempat tinggalnya tersentuh. Setelah itu ia membawa ketiga anak itu ke yayasan yatim piatu di mana di sana ada ratusan anak yang diasuh. Sejak itu Bai Fang Li mengikuti cara si anak, tak menggunakan uang hasil mengayuh becaknya untuk kehidupan sehari-hari melainkan disumbangkan untuk yayasan yatim piatu tersebut.

Bai Fang Li memulai menyumbang yayasan itu pada tahun 1986. Ia tak pernah menuntut apa-apa dari yayasan tersebut. Ia tak tahu pula siapa saja anak yang mendapatkan manfaat dari uang sumbangannya. Pada tahun 2001 usianya mencapai 91 tahun. Ia datang ke yayasan itu dengan ringkih. Ia bilang pada pengurus yayasan kalau ia sudah tak sanggup lagi mengayuh becak karena kesehatannya memburuk. Saat itu ia membawa sumbangan terakhir sebanyak 500 yuan atau setara dengan Rp 675.000.


Dengan uang sumbangan terakhir itu, total ia sudah menyumbang 350.000 yuan atau setara dengan Rp 472,5 juta. Anaknya, Bai Jin Feng, baru tahu kalau selama ini ayahnya menyumbang ke yayasan tersebut. Tahun 2005, Bai Fang Li meninggal setelah terserang sakit kanker paru-paru.


Melihat semangatnya untuk menyumbang, Bai Fang Li memang orang yang luar biasa. Ia hidup tanpa pamrih dengan menolong anak-anak yang tak beruntung. Meski hidup dari mengayuh becak (jika diukur jarak mengayuh becaknya sama dengan 18 kali keliling bumi), ia punya kepedulian yang tinggi yang tak terperikan.


Sumber: http://hajingfai.blogspot.com/2011/12/tukang-becak-paling-dermawan.html#ixzz2PSZJhE28

Peristiwa Dahsyat di Tahun 2012 Menurut Al-Quran




 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyO5B0ItRQC-K5-FlwOG1rYf-fDPdSMPM6gC2Ek2fpwaNZoVMxtE8Skq6HoWPc7Pp0UlY4zT55dYjPFUK0LhyxzvUes7hyzp35WeniY04cYWut7kUQfAjHpW-UvgnwRuZDTp6Ul5386m9C/s400/20126.jpg

Apakah Anda masih dihantui oleh ramalan tentang 2012? Ramalan suku Maya bahwa 21 Desember 2012 merupakan akhir dari waktu dunia alias hari kiamat, memang menakutkan banyak orang. Sutradara bertangan dingin Hollywood, Roland Emmerich, bahkan dengan berani menggambarkan apa yang kemungkinan terjadi pada tahun itu dalam film dengan judul yang sama, yani '2012'. Hasilnya luar biasa; film itu booming dan masuk jajaran film box office. Tapi tahukah Anda kalau ada peneliti yang meyakini bahwa Al Qur'an pun ternyata 'menjelaskan' tentang apa yang kemungkinan terjadi pada tahun itu?

Adalah Ali Adam, ilmuwan jebolan University of Technology, Irak, dan Bournemouth University, Ingggris, yang mengungkapkannya dalam buku berjudul 'Al Qur'an 2012'. Dengan menggunakan metode numerik, Adam meyakini kalau kitab suci umat Islam itu bahkan menjelaskan apa saja yang akan terjadi pada 2012, kapan waktunya, dan berapa kali hal itu akan terjadi.

Untuk diketahui, selama ini para peneliti telah mengetahui kalau Al Qur'an yang ditulis dalam bahasa Arab memiliki bentuk dan struktur huruf-huruf yang sangat teratur, sehingga kitab yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad Saw ini bukan hanya memiliki keselarasan dan keteraturan dalam makna-makna dan indikasi-indikasi yang terkandung di dalam setiap ayatnya, tapi juga memiliki keselarasan dan keteraturan dalam jumlah kata dan pengulangan huruf-hurufnya.

Keluarbiasaan Kitabullah ini membuat para ahli numerologi tergoda untuk mengetahui ada apa sebenarnya di balik keselarasan dan keteraturan tersebut. Setelah melakukan penelitian, seorang dari mereka, yakni 'Abd ad-Da'im al-Kahil, dalam buku berjudul "Misteri Angka 7 dalam Mukjizat Matematika Al Qur'an" mengungkap, ayat-ayat, surah-surah, kata-kata, dan huruf-huruf dalam Al Qur'an diatur Allah SWT dengan sistem yang berbasis pada angka 7. Ini menjelaskan, dan bahkan selaras dengan kenyataan bahwa dalam sepekan ada 7 hari; bumi dan langit terdiri dari 7 lapis; umat Islam yang menunaikan ibadah haji melakukan 7 kali putaran sa'i, 7 putaran thawaf, dan 7 kali melempar jumrah; ada 7 golongan yang dinaungi Allah pada Hari Kiamat; ada 7 larangan Allah bagi manusia; ada 7 sifat perusak; dan sebagainya.

Selama melakukan riset, Adam membagi Al Qur'an yang terdiri dari 114 surah dan 6.236 ayat, dalam dua bagian, yakni surah pembukaan dan surah pesan. Surah Pembukaan adalah surah al-Fatihah yang oleh Allah SWT pun disebut sebagai Ummul Qur'an (induk Al Qur'an), sedang Surah Pesan adalah surah-surah lainnya, seperti surah al-Baqarah, an-Nisa, dan lain-lain.

Surah al-Fatihah, menurut Adam, merupakan petunjuk untuk mengungkap pesan-pesan Allah SWT yang terkandung dalam 113 surah lainnya (Surah Pesan). Petunjuk ini terkandung pada ayatnya yang berjumlah 7, kata-katanya yang berjumlah 29, dan huruf-hurufnya yang berjumlah 139 (silahkan buka surah Al Fatihah dan cermati baik-baik). Jumlah ayat, kata dan huruf surah al-Fatihah ini merupakan bilangan prima.

"Jadi kata kunci atau kode untuk menyingkap pesan-pesan dalam Al Qur'an adalah bilangan prima," tegas Adam.

Ia lalu mengkaji surah-surah pesan, dan perhatiannya tertumbukan pada surah ar-Rahman yang merupakan surah ke-55. Dalam surah ini terdapat ayat yang diulang hingga 31 kali yang artinya adalah "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" Ayat-ayat yang diulang tersebut berada pada ayat ke-13, 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 69, 71, 73, 75, dan 77 (silahkan baca surah ar-Rahman). Jika semua angka-angka itu dijumlahkan, maka totalnya adalah 1433 yang jika dikaji dengan metode primalogi(bagian dari metode numerik), maka angka 1433 dapat dijumlahkan menjadi 1+4+3+3 = 11 (bilangan prima).

Adam mengaku, dirinya sempat kebingungan untuk memaknai angka 1433 tersebut sebelum akhirnya menyadari kalau saat ini kita hidup pada 1432 H (2011 M) dan tahun depan kita akan hidup pada 1433 H (2012 M). Keyakinan Adam makin kuat kalau 1433 merujuk pada tahun hijriyah, karena ketika ia mencocokkan antara jumlah kata pada surah ar-Rahman dengan jumlah hari pada 2012, keduanya sama, yakni jumlah kata dalam surah ar-Rahman sebanyak 355 kata, dan jumlah hari pada 2012 sebanyak 355 hari, bukan 356 hari (silahkan cek di kalender 2012).

Tak hanya itu penemuan Adam. Karena ayat "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" diulang hingga 31 kali, ia percaya pada 2012 akan ada 31 kejadian/peristiwa dahyat yang akan mengguncang kehidupan manusia di bumi, namun bukan kiamat. Bahkan karena dalam bahasa Al Qur'an ayat yang diulang tersebut terdiri dari empat kata, maka ia juga percaya bahwa setiap kejadian/peristiwa itu akan berlangsung selama empat hari. Subhanallah!

Yang akan terjadi di 2012

Untuk mengetahui 31 peristiwa yang akan terjadi pada 2012, Adam mencari huruf, kata atau ayat ke-1433 dalam surah-surah pesan, dan inilah yang ditemukannya ;

Dalam Al Qur'an surah ke-2 ayat 24 Allah berfirman; "Maka jika kamu tidak dapat membuat (nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat (nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir." Berdasarkan ayat ini, Adam menduga yang antara lain akan terjadi pada 2012 adalah HUJAN METEOR.

Dalam Al Qur'an surah ke-2 ayat 86 Allah berfirman; "Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong." Berdasarkan ayat ini, Adam menduga pada 2012 akan terjadi peristiwa yang terus menerus dan tanpa henti, tapi tidak dapat diprediksi jenis peristiwanya.

Dalam Al Qur'an surah ke-10 ayat 69 Allah berfirman; "Katakanlah; "Sesungguhnya orang-orang yang mengada-ngadakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung"". Berdasarkan ayat ini, Adam menduga pada 2012 salah satu peritiwa yang terjadi lebih banyak menimpa para pembohong, namun apa jenis peristiwanya, tak dapat diduga.

Lokasi peristiwa

Untuk menentukan dimana kira-kira 31 peritiwa pada 2012 akan terjadi, Adam mengacu pada garis bujur dan garis lintang bumi, serta pada ayat-ayat yang diulang dalam surah ar-Rahman. Berdasarkan kedua hal tersebut, Adam menduga kalau bencana kemungkinan akan terjadi pada wilayah-wilayah yang berada pada kisaran 0-90 derajat lintang utara (LU) atau lintang Selatan (LS). Misalnya, di wilayah yang berada di antara 0-13 derajat lintang utara (LU) atau lintang selatan (LS); wilayah yang berada di sekitar 16 derajat lintang utara (LU) atau lintang selatan (LS); wilayah yang berada di sekitar 18 derajat lintang utara (LU) atau lintang selatan (LS); dan sebagainya.

Waktu kejadian

Berdasarkan metode primalogi, Adam memperkirakan bencana pertama akan terjadi pada hari ke-44 tahun 1433 H atau bertepatan dengan tanggal 7 Januari 2012, sedang bencana terakhir atau ke-31 akan terjadi pada hari ke-346 tahun 1433 H atau 4 November 2012.

Angka 44 berasal dari jumlah kata dalam setiap ayat yang diulang dalam surah ar-Rahman yang sebanyak empat kata, dan total jumlah kata dalam surah ar-Rahman yang sebanyak 683 kata. Dalam deret bilangan prima, angka 683 merupakan bilangan prima ke-124, dan angka 124 merupakan hasil kali dari 4 x 31. Jadi angka 44 berasal dari jumlah kata dari ayat yang diulang dalam surah ar-Rahman yang sebanyak 4 kata, dan angka 4 pada perkalian 4 x 31 yang menghasilkan 124.

tapi dari kesemua itu,,wallahu'alam bissoaf,, semoga semakin meningkatkan keimanan kita semua.


Sumber: http://hajingfai.blogspot.com/2012/03/peristiwa-dahsyat-di-tahun-2012-menurut.html#ixzz2PSXnETMQ

Nasihat Orang Terkaya di Dunia! Inspirasi Menuju Kekayaan yang Sebenarnya!



http://www.instablogsimages.com/1/2011/12/02/1322825922_0.jpg

Dia adalah orang terkaya ketiga di dunia tahun 2011 dan saya rasa gak perlu jelasin siapa dan bagaimana dia, karena hampir semua orang didunia ini mengenal dia.




Berikut ini adalah wawancara yang pernah ia lakukan dengan CNBC.

Dalam wawancara tersebut ditemukan beberapa aspek menarik dari hidupnya :

1. Ia membeli saham pertamanya pada umur 11 tahun dan ia sekarang menyesal karena tidak memulainya dari masih muda.

Pesan: Anjurkan anak anda untuk berinvestasi [Encourage your children to invest]

2. Ia membeli sebuah kebun yang kecil pada umur 14 tahun dengan uang tabungan yang didapatinya dari hasil mengirimkan surat kabar.

Pesan: Dorong Anak Anda untuk mulai belajar berbisnis [Encourage your children to start some kind of business]

3. Ia masih hidup di sebuah rumah dengan 3 kamar berukuran kecil di pusat kota Ohama, yang ia beli setelah ia menikah 50 tahun yang lalu.

 Ia berkata bahwa ia mempunyai segala yang ia butuhkan dalam rumah itu.
Meskipun rumah itu tidak ada pagarnya.

Pesan: Jangan membeli apa yang tidak dibutuhkan, dan dorong Anak Anda berbuat yang sama. [Don't buy more than what you "really need" and encourage your children to do and think the same]

4. Ia selalu mengemudikan mobilnya seorang diri jika hendak bepergian dan ia tidak mempunyai seorang supir ataupun keamanan pribadi.

Pesan: Jadilah apa adanya. [You are what you are]

5. Ia tidak pernah bepergian dengan pesawat jet pribadi, walaupun ia memiliki perusahaan pembuat pesawat jet terbesar di dunia.

Pesan: Berhematlah [Always think how you can accomplish things economically]


6. Berkshire Hathaway, perusahaan miliknya, memiliki 63 anak perusahaan.

Ia hanya menuliskan satu pucuk surat setiap tahunnya kepada para CEO dalam perusahaannya, menyampaikan target yang harus diraih untuk tahun itu.

Ia tidak pernah mengadakan rapat atau menelpon mereka secara reguler.

Pesan: Tugaskan pekerjaan kepada orang yang tepat [Assign the right people to the right jobs]


7. Ia hanya memberikan 2 peraturan kepada para CEOnya.

Peraturan nomor satu adalah : Jangan pernah sekalipun menghabiskan uang para pemilik saham.
Peraturan nomor dua : Jangan melupakan peraturan nomor satu.

Pesan: Buat Tujuan yang jelas dan yakinkan mereke untuk fokus ke tujuan. [Set goals and make sure people focus on them]


8. Ia tidak bersosialisasi dengan masyarakat kalangan kelas atas.

Waktu luangnya di rumah ia habiskan dengan menonton televisi sambil makan pop corn.

Pesan: Jangan Pamer, Jadilah diri sendiri & nikmati apa yang kamu lakukan [Don't try to show off, just be your self and do what you enjoy doing]

9. Bill Gates, orang terkaya di dunia bertemu dengannya untuk pertama kalinya 5 tahun yang lalu.

Bill Gates pikir ia tidak memiliki keperluan yang sangat penting dengan Warren Buffet, maka ia mengatur pertemuan itu hanya selama 30 menit.

Tetapi ketika ia bertemu dengannya, pertemuan itu berlangsung selama 10 jam dan Bill Gates tertarik untuk belajar banyak dari Warren Buffet.

10. Warren Buffet tidak pernah membawa handphone dan di meja kerjanya tidak ada komputer.

Berikut ini adalah nasihatnya untuk orang-orang yang masih muda:

Hindarilah kartu kredit dan berinvestasilah untuk diri Anda sendiri dan ingat :

* Uang tidak menciptakan orang tetapi oranglah yang menciptakan uang.

* Hiduplah secara sederhana.

Jangan lakukan apa yang orang lain katakan, dengarkanlah mereka, namun lakukan apa yang menurut Anda baik.

Jangan memaksakan diri untuk memiliki barang-barang bermerk, pakailah apa yang sekiranya nyaman bagi Anda.

* Jangan memboroskan uang Anda untuk hal-hal yang tidak diperlukan;
gunakanlah uang untuk membantu mereka yang kekurangan.

* Biar bagaimana pun orang lain tetap tidak dapat mengatur hidup Anda sendiri. Andalah yang mengendalikan hidup Anda sepenuhnya.


Sumber: http://hajingfai.blogspot.com/2012/05/nasihat-orang-terkaya-di-dunia.html#ixzz2PSVRVGCL

Wednesday, March 20, 2013

Wahai uslimah, Kejarlah Surgamu !


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :

Wahai Muslimah, Kejarlah SurgamuTulisan ini, saya tujukan bagimu wahai muslimah. hanya sebuah inspirasi untuk menyela detik-detikmu yang sibuk untuk beraktifitas. iya, saya katakan kejarlah surgamu ! jangan hanya duduk terdiam, termenung cuma berangan-angan. kamu muslimah yang rindu bertemu denganNya. kamu muslimah yang selalu mengharap surgaNya.

Wahai muslimah, amalan dalam Islam sangatlah banyak. berusaha mengerjakan sebanyak-banyaknya amalan adalah usaha yang baik. tapi kondisi iman, terkadang naik terkadang juga turun. ketika iman naik maka bawaannya rajin terus semua amalan wajib dan sunnah dikerjakan. ketika turun, mengerjakan yang wajib saja malas.

Terlepas dari semua amalan itu, bagi seorang muslimah, hamba yang ditakdirkan untuk menjadi wanita muslimah. Allah juga menakdirkan untuk memperingkas jalan seorang muslimah untuk sampai surga. apa cara yang Allah tawarkan ? simaklah hadist berikut :

أَيّمَا اِمْرَأَة مَاتَتْ وَزَوْجهَا رَاضٍ عَنْهَا دَخَلَتْ الْجَنَّة

Artinya : "Setiap wanita yang meninggal dalam keadaan suamianya ridho terhadapnya maka dia masuk surga." (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, At-Tirmidzi berkata hadits hasan gharib)

Iya begitu. wanita siapa saja yang meninggal, dan suaminya ridho akan akhlaq dan tingkah lakunya selama hidup bersama maka dia dijamin masuk surga. maka dari itu, bagi muslimah yang sudah memiliki suami, berbaktilah kepada suami dengan sebaik-baiknya. layanilah dia karena jika kamu tidak memenuhi hak-haknya, berarti kamu belum dianggap memenuhi hak Allah. jagalah sikap dan akhlaqmu, karena dia adalah surgamu.

Dan bagi muslimah yang belum memiliki suami, carilah suami yang dapat membimbingmu dan ridho terhadapmu ketika kamu berbakti kepadanya. jangan hanya diam berpangku tangan, karena disitu masa depanmu yang paling utama. maka kejarlah surgamu !

Judul artikel : Wahai Muslimah, Kejarlah Surgamu !
Penulis : Hery Prasetyo
Waktu : Jumat, 14 September 2012


Read more: http://www.artikelislami.com/2012/09/wahai-muslimah-kejarlah-surgamu.html#ixzz2O9b3axoP

Wahai para Istri, Bersyukurlah !


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :

Wahai Para Istri, BersyukurlahDalam tulisan berikut, anda tidak akan mendapatkan kutipan baik dari Al-Qur'an atau Hadist. Tulisan ini murni dari penulis untuk para istri yang semoga senantiasa dirahmati Allah. Hanya sebuah ungkapan dari hati ke hati. Karena dengan cara inilah materi akan mudah tersampaikan.

Wahai istri muslimah. Posisi anda sangatlah vital dalam rumah tangga. Dan kedudukan anda sangatlah agung dimata Yang Maha Kuasa. Yaitu berbakti kepada suami dan menjadi pendidik sebuah generasi yang mana masa depan ada ditangan mereka.

Wahai istri muslimah. Jangan kira hanya dengan tersenyum menyambut suami yang baru pulang kerja itu membuat capek, bahkan menjadikan anda malas untuk melakukannya. Suami yang pulang dari kerja pasti membawa 2 hal, masalah atau rizki.

Ketika suami pulang dan mendapatkan masalah ditempat kerjanya, sesampainya dirumah kemudian anda menyambutnya dengan senyum bangga, maka itu adalah penyejuk bagi sang suami. Jangan langsung tanya ada apa, tapi tetaplah menatapnya dengan senyuman walau dia tidak membalas senyum anda.

Ucapkanlah selalu "Alhamdulillah" dalam keadaan apa saja, baik suami membawa rizki atau masalah. Bersyukurlah atas apa yang diberikan dan bersabarlah atas apa yang menimpa.

Wahai istri muslimah. Jadikan diri anda sebagai penyemangat terbesar bagi suami anda, dan jangan jadikan diri anda sebagai pemadam semangatnya. Jaga lisan anda agar tidak selalu menuntut dan menuntut, tapi katakanlah dengan cara yang baik. Terimalah keputusan suami baik keputusan itu sesuai dengan harapan anda atau tidak. Dan ingatlah wahai para istri, dari rahim anda terlahir orang-orang hebat seperti diri anda dan suami anda.
Judul artikel : Wahai Para Istri, Bersyukurlah !
Penulis : Hery Prasetyo
Waktu : Senin, 24 September 2012


Read more: http://www.artikelislami.com/2012/09/wahai-para-istri-bersyukurlah.html#ixzz2O9amwI2h

Luruskan Niat Dalam Persahabatan


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :

Luruskan Niat Dalam PersahabatanSeorang sahabat bisa lebih baik dan lebih dekat dari pada saudara atau keluarga, sahabat juga bisa menjadi seorang yang lebih jahat dari pada penjahat sekalipun. itu semua tergantung bagaimana cara kita berteman, dan teman seperti apa yang kita pilih.

Islam selalu menuntun kita kepada hal yang baik. dalam hal persahabatan juga, pertama dalam hal niat kita diperintahkan untuk meniatkan dalam persahabatan hanya untuk menggapai ridho Allah. bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan. dan sebagai contoh adalah persahabatan antara Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam- dan para sahabat-sahabatnya.

Coba renungkan ayat berikut :

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

Artinya : "Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa." (QS Az-Zukhruf : 67)

Ali bin Abi Thalib menafsirkan ayat diatas : Dua sahabat yang didasari oleh iman dan dua sahabat yang didasari kekufuran.

Setelah salah seorang dari sahabat yang beriman meninggal, dia diberitakan akan tempatnya di surga. maka diapun ingat terhadap sahabatnya yang masih hidup, dan berdoa : Ya Allah, bahwa sifulan itu adalah sahabat hamba. dia selalu mengingatkan hamba untuk taat kepadaMu dan taat kepada RosulMu. dan memerintahkan hamba untuk selalu berbuat baik dan menjauhi yang mungkar. dan juga mengingatkan hamba akan kematian. Ya Allah, janganlah Engkau sesatkan dia dan perlihatkanlah kepadanya balasan (surga) sebagaimana Engkau perlihatkan kepada hamba. dan ridhoilah dia sebagaimana Engkau meridhoi hamba. maka dikatakan kepadanya : pergilah (kesurga) dan jika kamu mengetahui apa balasan untuknya niscaya kamu akan banyak tertawa dan sedikit menangis.

Dan tatkala yang satunya meninggal. ruh mereka berdua dikumpulkan dan mereka berdua diperintahkan untuk memuji satu sama lain. maka mereka saling mengatakan : sebaik-baiknya saudara, dan sebaik-baiknya teman.

Salah satu sahabat yang kafir meninggal, dan diberi kabar tentang tempatnya di neraka. maka diapun ingat terhadap sahabatnya. maka dia berdoa : ya Allah, si fulan adalah sahabatku. dia selalu memerintahkanku untuk bermaksiat kepadaMu dan RosulMu. dan memerintahkanku untuk mengerjakan hal-hal yang buruk dan menjauhi hal-hal yang baik. dan mengatakan kepadaku bahwa aku tidak akan bertemu denganMu.

Ya Allah. janganlah Engkau beri hidayah kepadanya sampai Engkau melihatkan balasan atasnya seperti balasan atasku. dan bencilah dia sebagaimana engkau membenciku. 

Ketika sahabat yang satunya meninggal, dikumpulkanlah ruh mereka berdua dan diperintahkan untuk saling mencela, maka mereka saling mengatakan : seburuk-buruknya saudara, dan seburuk-buruknya teman.

Ibnu Abbas berkata : setiap sahabat akan menjadi musuh kelak di akherat kecuali yang menjadikan ketakwaan sebagai dasar dalam persahabatan.

Sudahkan anda memiliki sahabat yang selalu mengingatkan akan ketaatan kepada Allah dan RosulNya ? dan yang paling penting adalah, sudahkah anda menjadi seorang sahabat yang selalu mengingatkan sahabat anda dalam kebaikan ?
Judul artikel : Luruskan Niat Dalam Persahabatan
Penulis : Hery Prasetyo
Waktu : Jumat, 02 November 2012


Read more: http://www.artikelislami.com/2012/11/luruskan-niat-dalam-persahabatan.html#ixzz2O9aOBjhF